Showing posts with label wisata yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label wisata yogyakarta. Show all posts

Tuesday, September 13, 2016

Wisata Pantai Jogan Gunungkidul Dengan Keunikan Air Terjun Yang Mempesona

Perlu Kamu ketahui bahwa di antara puluhan wisata pantai di Yogyakarta, Pantai Jogan Gunungkidul adalah satu-satunya pantai yg paling unik. Dgn kata lain, ada suatu keistimewaan dari pantai ini yg tak dipunyai oleh sederet pantai yg membentang di pesisir Gunungkidul maupun daerah lain di Yogyakarta.

Pantai Jogan via jalanjogja
Bagaimana bisa? di Pantai Jogan Kamu bisa menemukan sebuah air terjun yg tepat berada di bibir laut yg barangkali tak bakal bisa dijumpai di daerah manapun di Indonesia.

Hal ini merupakan magnet yg mengundang decak kagum dikala Kamu melihat satu karya alam di mana air terjun jatuh ke bibir laut dari balik bukit karst yg tersembunyi.

Mendatangi beberapa obyek wisata di Yogyakarta dapat menorehkan kisah perjalanan yg berkesan kuat. Bukan cuma destinasi yg erat kaitannya dgn budaya & peninggalan peristiwa, kekayaan Yogyakarta akan wisata pantainya ialah narasi tersendiri saat Kamu mengunjungi pantai-pantai indah yg ada di sana.

Mulai dari Pantai Parangtritis sampai menikmati panorama indah di Pantai Indrayanti, Pantai Baron, serta termasuk juga Pantai Jogan Gunungkidul ini. Untuk tiket masuk, Kamu cuma butuh membayar karcis masuk Pantai Jogan 5 ribu rupiah per orang, belum termasuk juga anggaran parkir kendaraan untuk roda dua atau roda empat maupun bis.

Alamat Pantai Jogan : Desa Purwodadi, Kec. Tepus, Kab. Gunungkidul, Yogyakarta

Pantai Jogan, Gunungkidul 

Pemandangan pantai Jogan dengan samudera via piknikdong.com
Posisi Pantai Jogan bisa dikatakan serupa dengan peraduan dimana keberadaannya diapit oleh perbukitan kapur dgn ciri khas tebing-tebing yang tinggi. Ketinggian air terjun yg jatuh dari tebing menuju bibir laut sejenak bakal mengingatkan kita kepada panorama indah McWay Beach Waterfall di California.

Beberapa tahun yang lampau, keindahan Pantai Jogan Gunungkidul ini belum demikian terekspos maka hanya sedikit wisatawan asing ataupun lokal yg datang ke lokasi ini. Lokasi Pantai Jogan sendiri tepat berada di arah barat dari Pantai Siung Gunungkidul. Pantai Siung sendiri memnag terkenal, terutama bagi para penikmat olahraga petualangan, sebab tebing-tebingnya yg tinggi ialah surga bagi para pemanjat.

Menuruni tebing di pantai Jogan via initempatwisata
Sesudah melintasi jalan beraspal & tiba di kawasan wisata pantai ini, Kamu bakal melintasi jalan setapak yang mempunyai dua buah sungai kecil di bagian kiri yg nantinya akan menyatu membentuk air terjun. Tapi sayang, keindahan air terjun di Pantai Jogan Gunungkidul ini sesungguhnya paling menarik sewaktu disaksikan di musim penghujan. Dikala masa kemarau, debit air terbilang teramat rendah selain itu aliran airnya juga dipergunakan buat keperluan warga lokal.

Apabila Kamu mau merasakan nikmatnya guyuran air terjun dari atas tebing, Kamu mesti turun mengikuti jalan setapak. Harap berhati-hati dikarenakan jalan umumnya agak licin dikarenakan senantiasa basah. Kamu bisa memakai kayu-kayu sebagai pegangan yg sudah disediakan utk menolong badan.

Sesudah batuan curam & licin terlewati, Kamu masihlah mesti melintasi batuan karang yg penuh dgn anak kepiting yang mempunyai warna transparan. Namun Kamu tak usah khawatir, lantaran anak kepiting ini bukanlah dari koloni kepiting merah berbahaya layaknya yg menghuni Christmas Island di Australia. Rata-rata, masyarakat lokal senang membawa anak kepiting tersebut utk dimasak jadi lauk sewaktu musim hujan tiba.

Menuruni tebing melalui rappeling via piknikdong.com
Diluar itu, masihlah ada ada kiat lain buat menuruni tebing, yaitu menggunakan tehnik Canyoning (rappeling) air terjun. Cuma saja, Kamu mesti memakai peralatan yg lumayan & mempunyai kapabilitas yg memadai. Kalau beruntung, Kamu bisa melihat beberapa ratus kupu-kupu liar yg bermain-main di bebatuan yg kering.

Sesudah menuruni jalanan yg licin & curam dan melewati ribuan anak kepiting liar yg menghuni batuan karang, Kamu akan bisa menikmati keajaiban Pantai Jogan Gunungkidul yg mempesona.

Sejauh mata memandang horizon di depan, langit senja diatas Samudera Hindia sungguh tampak luar biasa & Kamu akan menjadi saksi eloknya batu karang menghempas gululungan ombak & melemparkannya ke pantai. Sementara di belakang sana, suara gemuruh air terjun seolah mendendangkan orkestra alam yg menaikkan puji-pujian atas mahakarya Sang Pencipta.

Nada air terjun ini terdengar bergemuruh di telinga, namun inilah momen paling istimewa di mana Kamu sanggup menikmati percikan airnya sebelum hasilnya menyatu di laut. Keindahan alam yg mempesona serta panorama langit yg demikian indah merupakan suguhan yg bakal Kamu nikmati di kawasan wisata Pantai Jogan Gunungkidul ini, seolah membantah anggapan bahwa Kab Gunungkidul yakni wilayah yg gersang.

Hotel di Pantai Jogan Gunungkidul 

Kamu bisa mencari hotel atau penginapan dekat Pantai Jogan Gunungkidul dengan secara online untuk mengetahui ketersediaan kamar. Salah satu online booking yg terkenal adalah AGODA.

Jalur Perjalanan ke Pantai Jogan Gunungkidul 

Pantai Jogan Gunungkidul terletak di Desa Purwodadi atau berjarak lebih kurang 70 kilo meter dari pusat kota Yogyakarta. Kamu memerlukan waktu tempuh sekitar 2 jam utk bisa tiba di lokasi Pantai Jogan ini. Kamu bisa memakai kendaraan pribadi, baik mobil atau motor & menyusuri jalanan aspal yg terbilang mulus. Tetapi, harus berhati-hari dikarenakan jalanan berkelok-kelok. Disaat Kamu sudah tiba di Pos Retribusi Pantai Siung, itu artinya perjalanan Kamu tinggal 400 meter lagi untuk sampai di Pantai Jogan. Kamu bisa mengikuti petunjuk arah yang ada di kawasan tersebut.

Bila Kamu mau memanfaatkan transportasi umum, Kamu bisa bertolak dari terminal Giwangan Yogyakarta dengan menaiki bis rute Wonosari, kemudian berganti angkutan yang akan mengantarkan Kamu menuju Desa Tepus atau arah Pantai Siung.

Thursday, September 1, 2016

Menikmati Sunrise Dan Daya Pikat Alami Pantai Sundak Gunung Kidul

Salah satu wisata pantai di Gunungkidul yg menawarkan keindahan laut dan daya tarik alam yg demikian eksotis, adalah Pantai Sundak. Aset wisata Gunungkidul yg satu ini mempunyai satu kisah menarik yg barangkali belum diketahui oleh banyak kalangan wisatawan.
Pantai Sundak via liburmulu.com

Kurang Lebih 70 km arah tenggara Yogyakarta, Pantai Sundak Gunungkidul sudah menanti bersama karakter alam yg unik. Sejauh mata memandang, gulungan ombak besar terus mendominasi yang merupakan ciri khas pantai yg berbatasan secara langsung dgn Samudera Hindia.

Tapi dibalik itu ada legenda menyangkut asal muasal nama Pantai Sundak yg sampai disaat ini mitos tersebut terus melekat kuat & jadi narasi turun temurun penduduk setempat.

Tidak cuma daya tarik keindahan laut yg menarik, Pantai Sundak Gunungkidul sebenarnya berpotensi jadi destinasi kuliner bahari yg menarik layaknya Pantai Baron Gunungkidul. Jumlahnya warung makan dekat pantai menyuguhkan Kamu menu makanan khas laut. Sekian Banyak sajian disajikan dengan citarasa tinggi & mengggugah selera.

Legenda Pantai Sundak, Gunungkidul 

Pantai Sundak Gunungkidul memang lah tak terlalu luas, terlebih apabila di bandingkan dgn 15 pantai lain yg membentang di sepanjang pesisir pantai Gunungkidul.

Selamat datang di Pantai Sundak via blogspot
Tetapi daya tarik alam & keindahannya, terutama diwaktu matahari terbit dapat mengundang decak kagum bagi siapa saja yg menyaksikannya. Apalagi dibagian kanan & kiri pantai terdapat batu karang besar & kokoh yg sekaligus jadi pembatas Pantai Sundak bersama pantai yang lain.

Dan juga disalah satu sudut pantai ini, Kamu bisa menyaksikan goa yg mempunyai mata air tawar di dalamnya.

Goa ini dulu konon ditempati oleh seekor anjing & landak. Dikarenakan kelaparan, ke-2 binatang tersebut berkelahi. Tidak berselang lama, sang pemilik anjing yg menyadari binatang peliharaannya hilang serentak mencari ke dalam goa tersebut. Bersamaan dengan itu, si anjing ke luar dari goa sambil menggigit bagian tubuh landak yg terluka parah.

Merasa penasaran dgn apa yg ada di dalam goa, pemilik anjing tersebut segera masuk ke dalam. Tidak disangka di sana dirinya menemukan mata air tawar yg jernih yg sampai sekarang mata air tawar tersebut tetap dimanfaatkan oleh masayarakat setempat utk memenuhi kepentingan sehari-hari.

Dari kisah perkelahian antara anjing & landak tersebut, selanjutnya pantai ini hasilnya dinamakan Pantai Sundak. “SU” ialah kependekan dari asu (sebutan anjing dalam bahasa Jawa), “NDAK” merupakan kependekan dari landak.

Alamat Pantai Sundak : Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten. Gunungkidul, Yogyakarta
Koordinat GPS : -8.147034,110.607889

Potensi Pantai Sundak, Gunungkidul 

Bila mendapat sentuhan tangan-tangan profesional, Pantai Sundak Gunungkidul dapat menjelma jadi ikon wisata alam Gunungkidul yg popularitasnya dapat bersanding dgn Pantai Parangtritis. Bila saja di kawasan wisata Pantai Sundak ini dibangun sekian banyak restoran atau café, mungkin saja dapat mendatangkan banyak kunjungan wisatawan mancangera ataupun wisatawan domestik.

Kemping di Pantai Sundak via pecintaalam.org
Selain pengembangan potensi wisata kuliner bahari juga pengembangan fasilitas & prasarana pendukung wisata, seperti penginapan. Di pantai Sundak selama ini benar-benar belum dibangun penginapan atau hotel maka visitor lumayan kesusahan mencari lokasi menginap (kecuali apabila balik ke Wonosari).

Kalau ada yg menginap di kawasan Pantai Sundak Gunungkidul ini, mayoritas yaitu para kawula muda yg berkemah atau camping memanfaatkan tenda.

Rute Perjalanan ke Pantai Sundak 

Seperti halnya perjalanan ke sekian banyak pantai lain di Gunungkidul, perjalanan dari pusat Djogja ke lokasi Pantai Sundak Gunungkidul membutuhkan waktu lebih kurang 2 – 2,5 jam perjalanan, baik memanfaatkan kendaraan pribadi atau transportasi umum.

Pantai Sundak terletak di Kecamatan Tepus yg di sepanjang jalan menuju area pantai ini, Kamu dapat merasakan sensasi perjalanan yg menantang & cukup mendebarkan. Jalanan yg berkelok-kelok kerapkali ditemui sehingga Kamu mesti ekstra hati-hati, namun jangan kuatir jalanan aspal disini terbilang mulus.

Berikut ini banyaknya opsi rute perjalanan menuju Pantai Sundak, baik itu dari pusat kota Djogja, Solo, ataupun Wonogiri.

a) Kota Yogyakarta --> Patuk --> Wonosari --> Pantai Sundak
b) Kota Imogiri --> Panggang --> Saptosari --> Pantai Sundak
c) Kota Wonogiri --> Rongkop --> Semin --> Pantai Sundak
d) Kota Solo (Sukoharjo) --> Semin --> Karangmojo --> Wonosari --> Pantai Sundak

Sunday, August 28, 2016

Daya Pikat Air Terjun Sri Gethuk di Gunungkidul Djogja

Air terjun Sri Gethuk
Tempat wisata Air Terjun Sri Gethuk di Gunungkidul, Yogyakarta disebut mempunyai kemiripan dgn suatu destinasi wisata di Amerika Serikat yg populer, yaitu Grand Canyon Arizona.

Selain kemiripan itu, Kab Gunungkidul di Yogyakarta identik bersama gugusan bukit kapur yg gersang & tandus. Tidak Ada yang keliru dgn persepsi banyak orang berkaitan dengan daerah ini.

Tapi, justru Gunungkidul mempunyai sedikitnya 15 pantai yg indah, wisata goa yg unik, dan juga panorama air terjun yg mempesona.

Gunungkidul masihlah menyimpan potensi alam berupa aliran sungai yg membelah tebing-tebing tinggi. Salah satunya nampak pada Air Terjun Sri Gethuk ini. Fakta unik dari air terjun ini, aliran air terjun ini tak mengenal musim, baik di musim hujan atau kemarau panjang sekalipun, air masihlah mengalir dengan deras.

Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul merupakan keunikan alam yg sungguh sayang apabila dilewatkan, terutama saat Kamu sedang berwisata ke Yogyakarta. Kamu cuma butuh membawa kendaraanmu & melewati hutan kayu putih milik Perhutani untuk tiba di tempat ini.

Setelah berhenti pada satu buah lokasi pemancingan yg difungsikan sebagai lokasi parkir, perjalanan menuju air terjun mesti dilanjutkan dengan berjalan kaki. Ada dua opsi jalan yg dapat dilewati, yg pertama dengan menyusuri jalan setapak. Sepanjang perjalanan Kamu bakal melihat hamparan sawah dihiasi lambaian nyiur kelapa.

Sementara opsi ke-2 terbilang agak ekstrim, Kamu mesti melewati derasnya arus Sungai Oya dgn rakit sederhana yg terbuat dari papan & drum bekas.
Rakit untuk menyusuri sungai Oya

Perjalanan menuju tempat wisata Air Terjun Sri Gethuk ini akan lebih menyenangkan seandainya dilakukan di pagi hari, lebih-lebih lagi jikalau Kamu memilih opsi melewati Sungai Oya.

Pada pagi hari, arus Sungai Oya masihlah terbilang santai maka perjalanan dijamin bakal nyaman sembari menikmati kehangatan mentari pagi.

Di sepanjang aliran sungai, perdu & belukar tampak demikian hijau alami di tengah kokohnya tebing-tebing Karst yg melindunginya di bagian kanan & kiri sungai. Suara rakit yg berirama menyibak jernihnya air seolah berpadu dgn nyanyian alam yg sungguh menentramkan jiwa.

Legenda Air Terjun Sri Gethuk 

Dibalik ketenaran Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul ini, terselip narasi yg melegenda menyangkut daerah & penamaan air terjun tersebut.

Menurut kisah lokal, Air Terjun Sri Gethuk konon merupakan ruang kusus buat menaruh Kethuk. Kethuk ialah fasilitas musik atau gamelan yang dipunyai makhluk halus, bernama Jin Anggo Meduro.
papan selamat datang di Air Terjun Sri gethuk

Inilah asal muasal penamaan air terjun ini jadi Sri Getuk, yg diambil dari nama alat musik atau gamelan tersebut. Sampai waktu ini, pada waktu tertentu warga setempat tetap tidak jarang mendengar alunan nada gamelan dari arah Air Terjun Sri Gethuk.

Kemunculan Pelangi di Air Terjun Sri Gethuk. 

Kurang lebih 15 menit melewati Sungai Oya, Kamu bakal tiba di area Air Terjun Sri Gethuk. Suata gemuruh air terjun mulai terdengar di telinga, mengundang rasa penasaran utk langsung menikmatinya dari dekat.
menikmati air terjun Sri Gethuk

Batu-batuan yg terbentuk indah dibawah air terjun tersusun menyerupai undak-undakan laksana tepian kolam renang di rumah-rumah mewah.

Ketika Kamu memutuskan utk lebih mendekat & mandi di bawah air terjun, selanjutnya Kamu akan merasa seperti berada di negara dongeng di mana air jernih melimpah mengguyur sekujur badan.

Diwaktu hujan, Kamu mempunyai kesempatan besar utk melihat pelangi indah di Air Terjun Sri Gethuk. Daya Pikat pelangi yg menghiasi air terjun ini seolah membawa Kamu kepada kisah dongeng tentang bidadari dengan selendang pelangi.

Area wisata Air Terjun Sri Gethuk sejatinya masihlah perlu pengembangan dan perhatian lebih serius dari pihak-pihak terkait setempat. Lantaran, air terjun Djogja yg indah ini mempunyai potensi yang besar untuk menjadi destinasi wisata Gunungkidul yg terkenal.

Panaroma alam yg sungguh alami & keasrian sepanjang perjalanan menuju ruangan terasa sungguh menyenangkan, ditambah dengan aneka ragam satwa-satwa liar yg berkeliaran bebas.

Rute Perjalanan ke Air Terjun Sri Gethuk 

Kalau Kamu mengawali perjalanan dari pusat Kota Yogyakarta untuk menuju ke Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul, Kamu bisa mengambil arah ke Wonosari. Terus ikuti jalan Jogja-Wonosari sampai tiba di pertigaan Gading. Setelah sampai di pertigaan tersebut, terdapat papan penunjuk arah & ikutilah petunjuk tersebut sampai Kamu tiba di daerah Playen.

Di daerah Playen, terdapat tidak sedikit petunjuk menuju lokasi Air Terjun Sri Gethuk dan juga objek wisata yang lain. Sebaiknya Kamu mengambil arah lewat jalan beraspal meski berjarak sedikit jauh jika di bandingkan bila lewat jalan off-road. Jalan off-road ini layak dihindari mengingat keadaannya yg cukup jelek atau lebih tepatnya jalan yg berbatu.

Wednesday, July 27, 2016

Pantai Krakal Gunungkidul, Tempat Surfing Dan Pemandangan Alam Indah di Djogja

Pantai Krakal (wisataku.id)
Pantai Krakal Gunungkidul ialah salah satu di antara sekian destinasi wisata pantai Gunungkidul yg terkenal. Pantai ini merupakan lokasi surfing yg menarik bagi para peselancar selain itu juga mempunyai pemandangan alam yg cantik.

Pantai Krakal Gunungkidul sejatinya sudah terkenal sejak lama, bahkan jauh sebelum Pantai Indrayanti, Pantai Jogan, Pantai Baron, atau Pantai Pok Tunggal jadi ramai oleh kunjungan para pelancong.

Banyaknya pihak menyatakan bahwa Pantai Krakal mempunyai spot paling indah di antara sederet pantai yg membentang di pesisir Gunungkidul.

Di Pantai Krakal, Kamu akan menemukan pantai yg demikian landai bersama taburan pasir putih yg terhampar luas. Air laut yg jernih disertai hempasan ombak yg berirama menambah keindahan panorama pantai tersebut.

Kamu membutuhkan waktu tempuh sekitar 2,5 jam buat sampai di area pantai ini bila perjalanan dimulai dari pusat Kota Yogyakarta. Di sepanjang jalan menuju Pantai Krakal, terdapat jajaran warung makan yg menjajakan hidangan menu khas Jogjakarta dan makanan olahan hasil laut.

Utk bisa masuk ke kawasan pantai ini, Kamu mesti membayar karcis masuk Pantai Krakal Gunungkidul 10 ribu Rupiah per orang. Ticket ini dibayar di post retribusi Pantai Baron.

Budget ticket sudah include wisata Pantai Baron, Pantai Sundak, pun Pantai Kukup. Ke-4 pantai ini berada di jajaran yg sama di pesisir Gunungkidul.

Kontur Pantai Krakal, Gunung Kidul

Di Pantai Krakal Gungkidul, terdapat batu-batu karang yg berdiri kokoh di sepanjang pantai. Uniknya, bebatuan karang tersebut ditempati ribuan ikan karang yg berwarna-warni.

Sekian Banyak spesies ikan tersebut, contohnya Damselfish yang mempunyai ciri khas warna kuning & sedikit aksen biru di punggungnya.
Suasana pantai krakal (initempatwisata.com)
Ada pula yg dinamakan ikan Butterflyfish yg oleh warga lokal dinamakan sbg ikan Kepe-kepe bersama warna garis-garis biru tua bercampur biru muda. Tidak Cuma itu, ada juga group ikan-ikan mungil berwarna biru yg main di sela-sela karang.

Batu-batu karang di Pantai Krakal Gunungkidul menghadirkan kekhasan yg menarik utk dieksplorasi. Kamu bisa berjalan-jalan di jajaran bebatuan karang yg menyembul ke permukaan laksana menempa jalan setapak yg membelah lautan.

Utk menyusuri jajaran batu karang ini, Kamu mesti mengenakan alas kaki karena sebahagian batu ada yg bertekstur agak runcing & tajam. Dari bongkahan batu karang ini, Kamu akan melihat para penangkap ikan yg asyik dgn joran mencari area strategis utk memancing.
Air laut yang jernih di pantai Krakal (wikiwisata)

Tapi, masih banyak di antara penangkap ikan tersebut yg justru lebih menyukai menyelam mencari umbal. Umbal ialah sejenis binatang laut berbentuk mungil yg hidup menempel di batuan karang. Umbal kecil ini umumnya diolah penduduk lokal jadi makanan rempeyek yg gurih rasanya.

Tidak Cuma panorama alamnya yg elegan, gulungan ombak di Pantai Krakal Gunungkidul pun disukai para peselancar. Tiap-tiap hri, terdapat wisatawan yg tampak asyik berselancar di sana, menari-nari di atas lidah ombak laut.

Para surfer umumnya berjalan terlbih dahulu menuju jajaran batu karang di lepas pantai utk menyongsong kehadiran ombak pemecah karang yg disebut-sebut lumayan menantang. Tapi ada yg pantas untuk diketahui, bawah lautnya tidak sedikit didominasi bebatuan karang yg menuntut para surfer mesti ekstra hati-hati.

Aktivitas surfing bukanlah kategori olahraga yg populer di tengah-tengah penduduk lokal. Seandainya Kamu mau berselancar di pantai ini, Kamu mesti menggunakan papan surfing sendiri dikarenakan disekitar pantai tak ada rental surfboard.

Penginapan di Pantai Krakal Gunungkidul 

Surfing di Pantai Krakal
Di kawasan Pantai Krakal terdapat jumlahnya hotel dgn tarif yg terbilang murah. Keberadaan hotel dekat Pantai Krakal Gunungkidul ini menguntungkan bagi para surfer yg menginap sembari menunggu ombak paling yang tepat utk berselancar. Dgn begitu, para wisatawan tak butuh membawa tenda atau perlengkapan berkemah.

Rute menuju ke Pantai Krakal 

Jalur perjalanan ke Pantai Krakal Gunungkidul mempunyai arah yg sama dgn trayek ke Pantai Baron atau Pantai Kukup. Dari pusat Kota Yogyakarta, ambilah arah menuju Wonosari. Memasuki kota Wonosari, Kamu bakal melintasi tiga lampu merah, seterusnya berbeloklah ke kanan, lalu ikuti jalan lurus hingga Kamu menjumpai papan petunjuk arah.

Arah ke kiri ialah arah menuju Pantai Sundak, Pantai Siung, & Pantai Wediombo. Kamu tinggal ambil lurus saja sama seperti arahan papan petunjuk ke Pantai Krakal, Baron, & Kukup.

Sunday, February 14, 2016

Wisata Sejarah Candi Mendut Yang Penuh Pesan Moral


Objek wisata Candi Mendut mempunyai kisah unik yg lumayan menarik. Candi Buddha yg berjarak dekat bersama Candi Borobudur ini yakni salah satu obyek yg tidak sedikit dikunjungi para penyuka budaya & sejarah tempo dulu. 

Beraneka candi sbg peninggalan histori merupakan fakta kejayaan zaman dahulu yg menyebar di pelosok nusantara, termasuk juga di Yogyakarta & daerah sekitarnya. 

Candi Mendut dibangun oleh Dinasti Syailendra, yakni Raja Indra. Bukti histori ini bisa diliat dari Prasasti Kayumwungan yg sempat ditemukan di Karangtengah. 

Menurut letak administratif, kawasan wisata Candi Mendut berada dalam wilayah Propinsi Jawa Tengah yg terletak di Desa Mendut, Kab Magelang. Tapi tidak sedikit kalangan wisatawan menyebutnya sbg Candi Mendut Yogyakarta. 

Sama Seperti candi-candi lainnya, Candi Mendut mempunyai bentuk persegi empat komplit dgn hiasan sekian banyak stupa mungil. Walau terletak dalam satu garis lurus, konon Candi Mendut lebih dahulu dibangun sebelum Candi Borobudur. Jika Candi Borobudur lurus menghadap matahari terbit, sebaliknya justru pintu Candi Mendut menghadap ke barat. 


Candi Mendut Yang Penuh Pesan Moral 

Di Lihat dari kejauhan, Candi Mendut nampak demikian anggun tapi amat kokoh berdiri di atas kaki candi setinggi 3,7 meter. Diwaktu mengelilingi kaki candi, Kamu dapat menemukan beberapa panel relief menyangkut fabel (narasi binatang), seperti kisah “Burung & Kura-kura”, “Brahmana & Kepiting”, serta “Kera & Burung Manyar”. 

Sekilas relief-relief tersebut diperuntukkan bagi narasi anak-anak. Tapi sebenarnya relief-relief ini berikan gambaran kisah Jataka dgn pesan moral yg demikian kental bagi wisatawan yg datang ke Candi Mendut. 


Diwaktu naik ke tubuh candi, Kamu dapat menjumpai 8 relief Bodhisattva dengan berbagai sikap tangan. Ukuran relief ini lebih gede di bandingkan dgn panel relief yg ada di Candi Borobudur. 

Diwaktu masuk ke bilik candi, Kamu dapat mencium aroma wangi bunga bercampur hio di antara 3 buah arca setinggi masing-masing 3 meter. Arca-arca berukuran agung ini ialah arca Dyani Buddha Cakyamuni (Vairocana), arca Budha Avalokitesvara (Lokesvara), & arca Bodhisatva Vajrapani. 


Arca Budha Avalokitesvara berada di tengah dua arca yang lain dalam posisi duduk. Ke-3 arca ini dibuat dari batuan utuh & dipahat sedemikan cermat & penuh kehati-hatian maka kelihatan sungguh fantastis. 

Sesudah puas mengeksplorasi bidang bilik Candi Mendut, Kamu bisa meninggalkan gerbang candi & bakal melintasi deretan kios souvenir yg menjajakan aneka pernak-pernik. Kamu bisa membeli sekian banyak souvenir atau cinderamata utk rekan atau keluarga di rumah. 


Tidak jauh dari kompleks Candi Mendut ini, tampak bangunan Buddhist Monastery yg terbuka buat umum dimana terdapat kolam berhiaskan bunga-bunga teratai yg bermekaran indah. 

Di jalan masuk menuju Buddhist Monastery, ada sekian banyak stupa pada posisi berjajar. Sungguh suatu pemandangan yg seolah mengajak Kamu kembali ke periode di abad ke-12 di mana nuansa sakral & religius terasa demikian kental. 

Alamat Candi Mendut : Jl. Mayor Kusen, Kota Mungkid, Magelang, jateng 

Ritual Chanting di Candi Mendut 

Di areal Buddhist Monastrery ini, tiap malam dilakukan ritual Canthing atau semacam meditasi. Uniknya ritual atau meditasi dilakukan dgn trik mendengarkan alunan musik & nyanyian-nyanyian tertentu. 

Walaupun ritual ini cuma dilakukan oleh mereka yg beragama Buddha, para wisatawan pun diperbolehkan mengikuti ritual Chanting. 


Kalau Kamu mau melihat atau mengikuti ritual ini, datanglah sebelum pukul 7 tengah malam dikarenakan ritual Chanting rata rata dilakukan terhadap saat pukul 7-8 tengah malam. 
Sesungguhnya, ritual chanting ini ialah momen puncak ketika Kamu berada di kawasan wisata Candi Mendut. Inilah peluang di mana Kamu bisa merasakan & larut pula dalam puja-puji kepada Sang Pencipta. 

Vihara Buddha Mendut 

Jikalau Kamu menuju ke bagian utara kompleks Candi Mendut, Kamu dapat menemukan Vihara Buddha Mendut. Konon Vihara Buddha ini sebenarnya ruangan biara Katholik, tapi ketika thn 1950-an tanah di aera tersebut dibagi-bagikan terhadap rakyat. 


Seterusnya tanah-tanah rakyat ini dibeli oleh satu yayasan Buddha utk selanjutnya dibangun suatu Vihara di atasnya. 

Di dalam Vihara Buddha Mendut, terdapat beberapa patung Buddha, taman, juga ruang beribadah. Serta sebagian alat yg ada di Vihara ini ialah sumbangan dari negeri Jepang. 

Rute Menuju Candi Mendut 

Dari pusat Kota Yogyakarta, Kamu bisa menempuh jalan Jogjakarta – Magelang (jalan yg menghubungkan Yogyakarta & Magelang) supaya tiba di kawasan wisata Candi Mendut. Setiba di daerah Mungkid (pertigaan lampu merah), Kamu akan menemukan papan penunjuk arah menuju Candi Borobudur. Ikuti saja penunjuk arah tersebut, dulu belok kiri & setelah itu jalan lurus hingga Kamu menemukan Candi Mendut di sebelah kanan jalan. 

Perjalanan dari Jogjakarta ke area Candi Mendut ini menempuh jarak sejauh 37 kilo meter dgn durasi perjalanan sekitar 45 menit. 

Friday, February 12, 2016

Eksotisme Pantai Pok Tunggal Gunung Kidul, Yogyakarta


Eksistensi pantai Pok Tunggal Gunungkidul memberikan alternative salah satu keindahan panorama laut dari beberapa wisata pantai di Gunungkidul, seperti Pantai Indrayanti, Pantai Baron, & Pantai Jogan. 

Ibaratnya pantai Jogan indentik dgn air terjunnya yang ajaib, sehingga Pantai Pok Tunggal adalah wisata pantai yang ikonik dimana ada satu batang pohon Duras yang tumbuh rindang serasi di bibir pantai & jadi ikon Pantai Pok Tunggal tersebut. 

Daya pikat keindahan puluhan pantai yg membentang sepanjang pesisir Gunungkidul Yogyakarta seolah jadi surga tersembunyi di balik gugusan perbukitan kapur yg sejauh ini identik dengan daerah Gunungkidul. 

Perjalanan dari pusat kota Yogyakarta ke Pantai Pok Tunggal Gunungkidul terbilang lumayan mendebarkan, terutama sesudah melintasi Kota Wonosari menuju daerah pantai. 

Di 2 km terakhir menjelang area pantai, jalanan lumayan susah, sempit, banyak belokan, bahkan condong terjal. Sesekali adrenalin bakal terpompa disaat melewati jalanan menikung tajam bersama bongkahan karang gede menjorok tepat diatas kepala. Sungguh pemandangan yg nampak masihlah amat alami. 

Mitos Pohon Duras di Pantai Pok Tunggal 

Kamu memang akan melewati perjalanan panjang yg agak melelahkan supaya tiba di Pantai Pok Tunggal ini. Tapi ketahuilah bahwa rasa penat & lelah seolah terbayar tuntas dgn keindahan pemandangan sejauh mata memandang horizon di kawasan wisata Gunungkidul yg satu ini. 

Luasnya hamparan pasir putih yg sesekali disapu ombak biru menghempas pelan seperti obat rasa lelah yg ampuh yg setelah itu mengajak kita larut dalam suasana yg demikian damai. Jauhnya jarak tempuh, jalanan yg terjal & berbelok-belok seketika bakal terlupakan & dalam sekejap berganti dengan keceriaan di hati selama menikmati pemandangan pantai. 

Pas di pinggir pantai berdiri kokoh sebatang pohon Duras yg seterusnya jadi ikon wisata Pantai Pok Tunggal Gunungkidul ini. Inilah satu-satunya pohon (pohon tunggal) yg konon memberi inspirasi pemberian nama pantai ini jadi Pok Tunggal, yg artinya “Pohon Tunggal”. Pohon Duras terbilang rimbun, tetapi menurut warga setempat konon pohon ini susah sekali tumbuh. 

Oleh karena itu kala pohon tumbuh subur, sehingga keberadaannya amat sangat dijaga oleh warga lokal. Kesuburan pohon Duras tersebut diakui jadi lambang kemakmuran warga setempat. Maka ketika Kamu tak boleh coba-coba memanjat pohon tersebut karena tentu akan mendapat teguran keras dari masyarakat sekitar yg mengawasinya. 

Tebing Tinggi di Pantai Pok Tunggal Gunungkidul 
Magnet Pantai Pok Tunggal Gunungkidul sesungguhnya lebih terletak terhadap tebing-tebing tinggi yg berbaris sejajar & kelihatan kokoh membentengi pantai dari dunia luar. Tebing yg berdiri tegak lurus bersama ketinggian mencapai 50 meter ini sebenarnya berpotensi buat dikembangkan jadi ajang panjat tebing. 

Di antara tebing-tebing yg menyebar di sekeliling Pantai Pok Tunggal, Kamu masih bisa menjumpai beraneka ragam primata liar yg hidup di sana. Sekian Banyak di antaranya ialah sekelompok monyet liar yg sesekali kelihatan melompat di antara tebing di arah timur pantai tersebut. 

Di Pantai Pok Tunggal pula terdapat satu buah mata air tawar. Mata air ini bisa jadi bersumber dari aliran sungai bawah tanah yg benar-benar jadi ciri khas kawasan bukit kapur. Mata air ini seterusnya digunakan penduduk setempat utk memenuhi keperluan sehari-hari, khususnya yg mempunyai warung makan di lokasi pantai juga buat kepentingan kamar mandi umum sebagai hasil swadaya warga lokal. 

Sunset di Pantai Pok Tunggal Gunungkidul 

Inilah momen yg paling dicari oleh banyak pelancong, yaitu sunset di Pantai Pok Tunggal Gunungkidul. Suatu hal  yg terasa kurang bila Kamu melewatkan momen menikmati matahari terbenam di pantai Jogjakarta yg satu ini. 

Tidak Hanya itu, di kawasan pantai pas juga dijadikan area utk camping atau berkemah. Aspek ini rasanya bakal jadi pengalaman berkesan dgn menghabiskan tengah malam di tenda sambil menikmati sapuan angin tengah malam yg diselingi deburan ombak. Bahkan, ada pula persewaan tenda dome yg disediakan masyarakat lokal bagi Kamu yg memang mau bermalam di kawasan Pantai Pok Tunggal ini. 

Bila Kamu bermaksud utk pulang selepas menikmati sunset di sana, sehingga Kamu mesti ekstra hati-hati karena jalanan yg mesti dilalui sungguh amat kurang lampu penerangan. Jalanan sempit, terjal, berkelok-kelok, & berbatu merupakan bahaya yg mesti Kamu hadapi. 

Pantai Pok Tunggal Gunungkidul sebenarnya merupakan objek wisata pantai yg masihlah bakal dikembangkan lagi menjadi satu tujuan wisata yg terkenal mengingat keindahan panoramanya yg menarik. Beberapa elemen fundamental perlu dihadirkan dgn tambah baik, contohnya tambahan lampu penerangan, penginapan, atau restoran. Pantai yg terletak di posisi antara Pantai Indrayanti & Pantai Siung ini adalah salah satu dari jajaran wisata pantai di Gunungkidul yg memberikan sejuta daya pikat bagi siapapun yg mengunjunginya. 

Hotel di Pantai Pok Tunggal Gunungkidul 

Kamu akan mencari hotel atau penginapan yg dekat Pantai Pok Tunggal Gunungkidul dengan cara online guna menentukan ketersediaan kamar. Salah satu online booking yg terkenal yaitu AGODA. 

Rute Perjalanan ke Pantai Pok Tunggal 

Pantai Pok Tunggal Gunungkidul terletak di Kecamatan Tepus. Kamu butuh waktu perjalanan kira kira 2.5 jam dari pusat kota Yogyakarta utk tiba di area pantai ini. 
Berikut ini rute trayek perjalanan ke tempat tersebut dari pusat kota Yogyakarta : 
Yogyakarta >> Imogiri >> Panggang >> Jln. Saptosari >> Tepus >> (ikuti arah ke Pantai Baron) >> Sebelum pertigaan Pantai Baron belok kiri arah Pantai Indrayanti >> Hingga pertigaan Kawasan Pantai Indrayanti belok kiri (ikuti jalan beraspal) >> Pos Retribusi >> perhatikan papan nama & tata cara arah “PANTAI POK TUNGGAL” >> ikuti jalan Cor Blok (jalan batu) >> Pantai Pok Tunggal (tonton Pohon Duras segi kanan jalan masuk)

Aktrasi Wisata Sekitar Malioboro Yogyakarta


Cari Hotel di Yogyakarta klik disini

Datanglah ke Malioboro Yogyakarta, Kamu dapat mendapatkan keramahtamahan penduduknya yangg sungguh menyenangkan. Salah satu daya tarik Kota Djogja tercermin di sepanjang Jalan Malioboro. 

Di area ini, warga lokal & para wisatawan dari semua penjuru bercampur jadi satu dalam menjalankan banyak aktivitas menarik di sana, menyajikan tontonan yang harmonis & penuh damai. 
Yogyakarta yang berjuluk Kota Gudeg memang lah menaruh sejuta keindahan di mana seolah bisa menghadirkan daya magis bagi wisatawan untuk datang kembali mengunjunginya. Kerinduan terhadap suasana kota yang menyajikan nuansa damai menciptakan kawasan Malioboro jadi salah satu tujuan paling diminati di Indonesia. 

Ngomong-ngomong berkaitan nuansa tradisi Jawa yang kental, Malioboro Yogyakarta adalah salah satunya. Kearifan budaya lokal di tengah hingar bingar zaman digital ialah pengalaman unik selagi mejelajahi keindahan budaya Jawa yang konsisten dipertahankan sampai sekarang di kawasan ini. 

Kalau Kamu pergi ke Yogyakarta & cuma mendatangi Pantai Parangtritis atau Candi Prambanan saja, itu belumlah kumplit jikalau Kamu belum singgah di Malioboro. Kawasan Malioboro membentang sepanjang 2,5 kilo meter dari Jalan Tugu sampai Kantor Pos Pusat Yogyakarta. Kawasan ini selalu ramai dengan turis dan pedagang tiap-tiap harinya. Jalan Malioboro pun terbilang teramat dekat dari Keraton Kesultanan Yogyakarta. 

Histori Jalan Malioboro Yogyakarta 

Tidak Ada yang menduga bila jalanan yang dulu sepi dengan sederet pohon asam yang rindang itu sekarang sudah menjelma jadi area wisata paling dicari oleh turis lokal ataupun asing. Jalan Malioboro Yogyakarta dahulu hanyalah suatu jalan biasa yang dipakai masyarakat setempat menuju keraton, atau ke Pasar Beringharjo & ke Benteng Vredeburg. 

Nama Malioboro konon katanya berasal dari 2 versi yang berlainan. Yang mula-mula, nama Malioboro dikutip dari bahasa Sansekerta, yang artinya “Karangan Bunga”. Nama ini sengaja diciptakan dikarenakan saat itu di sepanjang jalan ini penuh karangan bunga saat ada kegiatan atau hajatan di keraton. Yang ke-2, konon nama Malioboro diambil dari nama seseorang bangsawan dari Inggris, Marlborough, yang tinggal di Yogyakarta dari th 1881 – 1916. 

Terlepas cerita mana yang paling benar, Malioboro saat ini sudah berubah jadi suatu daerah wisata yang menarik perhatian setiap orang yang datang ke kota Yogyakarta. Area ini pun menjadi salah satu sentral oleh-oleh khas Jogjakarta yang layak Kamu jenguk. Di sepanjang Jalan Malioboro, Kamu bakal menjumpai aneka jenis souvenir, mulai dari batik Jogjakarta, kaos, kerajinan tangan, blangkon, & bakpia Pathok, juga Yangko sebagai jajanan khas Yogyakarta. 

Kuliner di Malioboro Yogyakarta 

Kalau Kamu sedang mencari kuliner Jogjakarta, di Malioboro Kamu bisa menemukan beraneka menu-menu istimewa yang ditawarkan Kota Gudeg tersebut. Menu-menu sederhana yang mempunyai citarasa nikmat pasti membangkitkan selera untuk sekedar bersantap siang maupun makan malam. 

Hidangan nasi Gudeg telah pasti jadi pilihan penting lantaran menu ini seolah jadi menu wajib yg mesti dinikmati sewaktu berada di Djogja. Di sepanjang jalan Malioboro, Kamu bisa juga menikmati es dawet gula merah minus pewarna yang berpadu dgn santan kelapa kental & gurih. Dgn sesekali diselingi alunan nada merdu para pengamen, pengalaman kuliner di sana sanggup menampilkan suasana Jogjakarta yg sejatinya damai & bersahabat. 

Di sepanjang Jalan Malioboro Yogyakarta, Kamu bisa menjumpai sederet tukang becak yg siap mengantarkan Kamu ke lokasi-lokasi pusat oleh-oleh Djogja. Dgn anggaran yg relatif terjangkau, para tukang becak ini bakal menawari paket keliling ke bermacam macam area kerajinan atau pusat souvenir atau serta jajanan Bakpia Pathok yg legendaris. Utk pengalaman berkeliling yg lebih seru, Kamu kemungkinan tertarik utk menaiki delman. 

Ketika memasuki malam hari, Kamu bakal disuguhi alunan gamelan Jawa yg dimainkan oleh grup seniman Yogyakarta komplit bersama budaya lesehan & angkringan, yg mana aspek ini sudah menjadi ciri khas dari Kota Pelajar tersebut. 

Spot Menarik Yang Lainnya


Tidak Cuma oleh-oleh & Keraton Yogyakarta, dijalan Malioboro terdapat suatu benteng yg bernama Benteng Vredeburg. Benteng ini berfungsi sbg museum & serta adalah spot wisata menarik di kawasan Malioboro Djogja. Kamu bakal menjumpai sebanyak benda peninggalan bersejarah pada jaman perjuangan lalu. Serta terdapat tempat khusus utk pemutaran film perjuangan dan diorama yg menggambarkan keadaan Indonesia, khususnya Yogyakarta di periode penjajahan dahulu. 

Benteng Vredeburg terbuka utk umum tiap-tiap hri Selasa – Jumat dari pukul 8 pagi sampai 4 sore & tiap-tiap Sabtu – Minggu sejak dari pukul 8 pagi – 5 sore. Diluar itu, dijalan Malioboro Yogyakarta juga terdapat Pasar Beringharjo sebagai pasar tradisional sekaligus tujuan wisata belanja di Djogja yg ternama. Di pasar ini, Kamu sanggup menemukan bermacam macam kategori batik dalam aneka motif, accessories, jajanan tradisional, kerajinan tangan, sampai bahan-bahan tradisional utk meramu jamu. 

Pasar Beringharjo dahulu kala dipenuhi pohon beringin yang rindang, yg oleh karenanya itu maka disebut sbg Beringharjo. “Bering” artinya Beringin, & “Harjo” artinya sejahtera. Di periode lampau, pasar Beringharjo ini pusat poros gerakan ekonomi yg membawa kesejahteraan semua penduduk Yogyakarta. 

Di kira kira kawasan wisata Malioboro Yogyakarta, terdapat juga satu daerah bernama Ketandan. Suatu daerah Pecinan di Yogyakarta. Wujud eksistensi etnis Tionghoa di Jogjakarta ini terwujud lewat pagelaran Budaya Tionghoa Yogyakarta & bagian dari perayaan hri raya Imlek yg diselenggarakan tiap thn. Pagelaran yg berjalan biasanya berisi aneka aktivitas bazaar kuliner, lomba nyanyi lagu Mandarin, karnaval Barongsai, & pameran budaya. 

Hotel di Malioboro Yogyakarta 

Destinasi wisata Malioboro Jogjakarta ialah salah satu yg populer & lokasinya berada di pusat kota Jogjakarta. Oleh karena itu, Kamu bisa menjumpai teramat gampang aneka penginapan atau hotel dekat Malioboro Djogja. Sekian Banyak hotel di Malioboro yg ternama serta penginapan yang lain di kalangan pelancong, di antaranya Melia Purosani Hotel Yogyakarta, Hotel Mutiara, Jambuluwuk Malioboro Boutique Hotel, & Whiz Hotel Yogyakarta. 

Kamu bisa mencari hotel atau penginapan dekat Malioboro dengan cara online guna mengecek ketersediaan kamar. Salah satu online booking yg terkenal ialah AGODA. 

Jalur Perjalanan ke Malioboro Yogyakarta 

Utk menuju Jalan Malioboro Yogyakarta, Kamu bisa tiba dgn mudah sekali dikarenakan lokasinya yg berada di jantung kota Yogyakarta. Dari stasiun Tugu Yogyakarta, Kamu cuma perlu 5 menit saja berjalan kaki untuk tiba di sini. Kalau dari Bandara Adisucipto, perjalanan ke Malioboro cuma membutuhkan waktu 15-25 menit memakai transportasi pribadi atau 20 – 45 menit memakai taksi atau bis trans Jogja.